...

Cara Membuat Dashboard Di Google Sheet

6 min read

Saat ini, Google Sheet telah menjadi salah satu alat yang paling populer untuk mengelola dan menganalisis data secara online. Tidak hanya sebagai alat pengolahan data, Google Sheet juga dapat digunakan untuk membuat dashboard yang interaktif dan informatif. Dalam artikel ini, kami akan membahas langkah-langkah lengkap tentang cara membuat dashboard di Google Sheet.

Sebelum kita memulai, penting untuk memahami apa itu dashboard. Dashboard adalah tampilan visual yang menyajikan data dalam bentuk grafik, tabel, dan metrik lainnya. Dashboard ini memungkinkan kita untuk melihat dan menganalisis data secara cepat dan efektif. Dengan membuat dashboard di Google Sheet, kita dapat menggabungkan data dari berbagai sumber, membuat filter yang interaktif, dan menghasilkan visualisasi yang mudah dimengerti.

Membuat Spreadsheet Baru

Pertama-tama, kita perlu membuat spreadsheet baru di Google Sheet. Spreadsheet ini akan menjadi tempat kita menyimpan dan mengelola data yang akan digunakan dalam dashboard. Setelah membuat spreadsheet baru, kita dapat memberikan nama yang relevan dan menambahkan kolom-kolom yang diperlukan untuk data yang ingin kita tampilkan pada dashboard.

Langkah 1: Membuat Spreadsheet Baru

Untuk memulai pembuatan dashboard di Google Sheet, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat spreadsheet baru. Anda dapat melakukannya dengan masuk ke akun Google Anda dan membuka Google Sheet. Setelah itu, klik tombol “Buat Spreadsheet Baru” untuk membuat spreadsheet kosong.

Setelah membuat spreadsheet baru, Anda dapat memberikan nama yang relevan untuk spreadsheet tersebut agar mudah diidentifikasi. Misalnya, jika Anda ingin membuat dashboard untuk analisis penjualan bulanan, Anda dapat memberikan nama seperti “Dashboard Penjualan Bulanan”.

Langkah 2: Menambahkan Kolom-Kolom

Setelah membuat spreadsheet baru, langkah selanjutnya adalah menambahkan kolom-kolom yang diperlukan untuk data yang ingin ditampilkan pada dashboard. Kolom-kolom ini akan digunakan untuk menyimpan data yang akan diolah dan ditampilkan dalam bentuk grafik atau tabel pada dashboard.

Pertama, tentukan jenis data yang ingin Anda tampilkan pada dashboard. Misalnya, jika Anda ingin membuat dashboard untuk melacak penjualan produk, Anda mungkin membutuhkan kolom untuk menyimpan nama produk, jumlah terjual, harga, tanggal penjualan, dan sebagainya.

Setelah menentukan jenis data yang ingin ditampilkan, tambahkan kolom-kolom tersebut ke spreadsheet baru Anda. Caranya adalah dengan mengklik pada huruf kolom di bagian atas spreadsheet, kemudian pilih “Sisipkan Kolom Kanan” atau “Sisipkan Kolom Kiri” sampai Anda memiliki jumlah kolom yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Langkah 3: Menentukan Format Data

Setelah menambahkan kolom-kolom, langkah selanjutnya adalah menentukan format data untuk masing-masing kolom. Format data ini akan mempengaruhi cara data ditampilkan dan diolah pada dashboard. Misalnya, kolom yang berisi angka mungkin perlu diformat sebagai angka desimal dengan dua digit di belakang koma, sedangkan kolom yang berisi tanggal mungkin perlu diformat sebagai tanggal dengan format “DD/MM/YYYY”.

Untuk menentukan format data, klik pada sel di kolom yang ingin Anda format. Kemudian, pilih opsi “Format” di bagian atas Google Sheet dan pilih format yang sesuai dari daftar opsi yang tersedia. Jika tidak ada format yang sesuai, Anda juga dapat membuat format khusus dengan memilih opsi “Format Khusus”.

Mengimpor Data

Setelah membuat spreadsheet baru dan menambahkan kolom-kolom yang diperlukan, langkah berikutnya adalah mengimpor data yang ingin ditampilkan pada dashboard. Data dapat diimpor dari berbagai sumber, seperti file CSV atau TSV, database online, atau lembar kerja lainnya di Google Sheet. Setelah data diimpor, kita dapat mengatur format dan tata letak data sesuai kebutuhan.

Langkah 1: Mengimpor Data dari File Eksternal

Jika Anda memiliki data yang disimpan dalam file eksternal, seperti file CSV atau TSV, Anda dapat mengimpor data tersebut ke spreadsheet baru Anda. Caranya adalah dengan masuk ke spreadsheet baru Anda dan memilih opsi “File” di bagian atas Google Sheet. Kemudian, pilih opsi “Impor” dan pilih file eksternal yang ingin Anda impor.

Setelah memilih file eksternal, Anda akan melihat jendela impor data di mana Anda dapat mengatur pengaturan impor, seperti pemisah kolom, jenis data, dan tata letak data. Setelah mengatur pengaturan impor, klik tombol “Impor” untuk mengimpor data ke spreadsheet baru Anda.

Langkah 2: Mengimpor Data dari Sumber Online

Jika data yang ingin Anda tampilkan pada dashboard disimpan di sumber online, seperti database online atau lembar kerja Google Sheet lainnya, Anda dapat mengimpor data tersebut ke spreadsheet baru Anda. Caranya adalah dengan menggunakan fungsi “IMPORDATA” atau “IMPORTHTML” yang disediakan oleh Google Sheet.

Untuk mengimpor data dari database online, Anda perlu mengetahui URL akses ke database tersebut. Kemudian, gunakan fungsi “IMPORDATA” di spreadsheet baru Anda dengan menuliskan URL tersebut di dalam fungsi. Google Sheet akan secara otomatis mengimpor data dari URL tersebut ke spreadsheet baru Anda.

Untuk mengimpor data dari lembar kerja Google Sheet lainnya, gunakan fungsi “IMPORTRANGE” di spreadsheet baru Anda dengan menuliskan URL lembar kerja dan rentang data yang ingin Anda impor. Google Sheet akan mengimpor data dari lembar kerja lain ke spreadsheet baru Anda.

Membuat Grafik dan Tabel

Setelah data diimpor ke spreadsheet baru Anda, langkah selanjutnya adalah membuat grafik dan tabel yang ingin ditampilkan pada dashboard. Google Sheet menyediakan berbagai jenis grafik yang dapat kita pilih, seperti grafik batang, grafik garis, dan grafik lingkaran. Selain itu, kita juga dapat membuat tabel yang menampilkan data secara rinci. Penting untuk memilih jenis grafik dan tabel yang tepat untuk menggambarkan data dengan jelas.

Langkah 1: Memilih Data untuk Grafik atau Tabel

Sebelum membuat grafik atau tabel, Anda perlu memilih data yang ingin ditampilkan. Pilih seluruh kolom atau rentang data yang ingin Anda gunakan untuk grafik atau tabel. Misalnya, jika Anda ingin membuat grafik penjualan bulanan, pilih kolom tanggal dan kolom penjualan terkait.

Pilih data dengan menahan tombol mouse dan menggesernya di seluruh rentang data yang diinginkan. Anda juga dapat menggunakan tombol Shift atau Ctrl untuk memilih beberapa kolom atau rentang data secara bersamaan.

Langkah 2: Membuat Grafik

Setelah memilih data, langkah selanjutnya adalah membuat grafik. Klik pada menu “Insert” di bagian atas Google Sheet dan pilih opsi “Chart”. Google Sheet akan membuka jendela “Chart Editor” di sisi kanan spreadsheet Anda.

Pada jendela “Chart Editor”, Anda dapat memilih jenis grafik yang ingin Anda buat dari daftar opsi yang tersedia. Misalnya, jika Anda ingin membuat grafik batang, pilih opsi “Bar” dari daftar tersebut. Setelah memilih jenis grafik, Anda dapat melihat pratinjau grafik di jendela “Chart Editor”. Jika grafik sesuai dengan harapan Anda, klik tombol “Insert” untuk menambahkan grafik ke spreadsheet Anda.

Langkah 3: Membuat Tabel

Setelah membuat grafik, Anda juga dapat membuat tabel yang menampilkan data secara rinci. Tabel ini dapat digunakan untuk menampilkan data mentah atau data yang tidak cocok untuk ditampilkan dalam bentuk grafik. Misalnya, jika Anda ingin menampilkan daftar penjualan bulanan, Anda dapat membuat tabel yang berisi tanggal, nama produk, jumlah terjual, dan sebagainya.

Untuk membuat tabel, klik pada menu “Insert” di bagian atas Google Sheet dan pilih opsi “Table”. Google Sheet akan secara otomatis membuat tabel dilembar kerja Anda dan mengisi tabel dengan data yang telah Anda pilih sebelumnya. Anda juga dapat mengatur tata letak dan format tabel sesuai kebutuhan Anda. Misalnya, Anda dapat mengatur warna latar belakang tabel, mengubah ukuran font, atau menambahkan garis tepi pada tabel.

Menambahkan Filter

Untuk membuat dashboard lebih interaktif, kita dapat menambahkan filter yang memungkinkan pengguna untuk memilih data yang ingin mereka lihat. Filter dapat berupa menu drop-down, kotak centang, atau tombol pilihan lainnya. Dengan menambahkan filter, pengguna dapat dengan mudah mempersempit fokus analisis mereka dan melihat data yang relevan.

Langkah 1: Menentukan Data Filter

Sebelum menambahkan filter, Anda perlu menentukan data yang akan difilter. Misalnya, jika Anda memiliki data penjualan produk, Anda mungkin ingin menambahkan filter berdasarkan kategori produk, tahun, atau wilayah penjualan. Pilih kolom atau rentang data yang ingin Anda jadikan sebagai filter.

Langkah 2: Menambahkan Filter

Setelah menentukan data filter, klik pada menu “Data” di bagian atas Google Sheet dan pilih opsi “Filter”. Google Sheet akan menambahkan filter pada kolom yang Anda pilih. Anda akan melihat tanda panah kecil di bagian atas kolom yang menunjukkan bahwa filter telah ditambahkan.

Untuk menggunakan filter, klik pada tanda panah di bagian atas kolom dan pilih nilai yang ingin Anda tampilkan. Google Sheet akan secara otomatis menyaring data berdasarkan nilai yang Anda pilih. Anda juga dapat memilih beberapa nilai dalam filter untuk melihat data yang lebih spesifik.

Menyusun Komponen Dashboard

Setelah membuat grafik, tabel, dan filter, langkah selanjutnya adalah menyusun komponen-komponen tersebut pada dashboard. Kita dapat menentukan tata letak yang paling sesuai dengan kebutuhan kita. Selain itu, kita juga dapat menambahkan judul, subjudul, dan keterangan pada dashboard untuk menjelaskan data yang ditampilkan.

Langkah 1: Menentukan Tata Letak Dashboard

Sebelum menyusun komponen dashboard, Anda perlu menentukan tata letak yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Pertimbangkan faktor-faktor seperti jumlah komponen, ukuran layar, dan keterbacaan data. Anda dapat memilih antara tata letak berbaris, tata letak berkolom, atau tata letak bebas tergantung pada preferensi Anda.

Langkah 2: Menambahkan Judul, Subjudul, dan Keterangan

Untuk menjelaskan data yang ditampilkan pada dashboard, Anda dapat menambahkan judul, subjudul, dan keterangan. Judul dapat memberikan gambaran umum tentang isi dashboard, sedangkan subjudul dapat memberikan informasi tambahan tentang konteks atau periode data. Keterangan dapat digunakan untuk menjelaskan metrik atau istilah yang digunakan dalam dashboard.

Untuk menambahkan judul, subjudul, atau keterangan, gunakan elemen teks pada Google Sheet. Pilih tempat di dashboard Anda di mana Anda ingin menambahkan teks, kemudian ketikkan teks yang diinginkan. Anda juga dapat mengubah ukuran, warna, dan gaya font teks untuk menyesuaikan tampilan dashboard Anda.

Menyempurnakan Tampilan Dashboard

Setelah menyusun komponen-komponen dashboard, langkah terakhir adalah menyempurnakan tampilan dashboard agar terlihat lebih menarik dan informatif. Kita dapat mengubah warna, gaya, dan ukuran komponen-komponen dashboard untuk membuatnya lebih estetis. Selain itu, kita juga dapat menambahkan elemen visual lainnya, seperti ikon atau gambar, untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Langkah 1: Mengatur Warna dan Gaya

Untuk mengatur warna dan gaya komponen dashboard, Anda dapat menggunakan opsi “Format” pada Google Sheet. Pilih komponen yang ingin Anda ubah tampilannya, seperti grafik atau tabel, lalu pilih opsi “Format” di bagian atas Google Sheet. Anda dapat mengubah warna latar belakang, warna penanda, atau gaya garis sesuai dengan preferensi Anda.

Selain itu, Anda juga dapat mengubah gaya font, ukuran font, atau tata letak teks pada judul, subjudul, dan keterangan. Gunakan opsi “Format Teks” di Google Sheet untuk mengatur tampilan teks tersebut.

Langkah 2: Menambahkan Elemen Visual Lainnya

Untuk meningkatkan pengalaman pengguna, Anda dapat menambahkan elemen visual lainnya pada dashboard Anda. Misalnya, Anda dapat menambahkan ikon yang relevan dengan topik dashboard, gambar ilustrasi, atau grafik tambahan untuk memberikan konteks tambahan.

Untuk menambahkan elemen visual, Anda dapat menggunakan gambar atau ikon yang Anda simpan di komputer Anda. Pilih tempat di dashboard Anda di mana Anda ingin menambahkan elemen visual, lalu gunakan opsi “Insert” di bagian atas Google Sheet untuk menyisipkan gambar atau ikon yang dipilih. Anda juga dapat mengatur ukuran, posisi, dan tata letak elemen visual tersebut.

Dalam artikel ini, kami telah membahas langkah-langkah lengkap tentang cara membuat dashboard di Google Sheet. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat membuat dashboard yang unik, detail, dan komprehensif untuk kebutuhan analisis data Anda. Dashboard yang dibuat di Google Sheet akan membantu Anda memvisualisasikan dan menganalisis data dengan mudah. Selamat mencoba!

Leave a Reply